Kisah Tragis Bapak Kopassus TNI AD

Diposkan oleh Belantara Indonesia

Siapa pemilik akun facebook 'Idjon Djanbi' yang menyebarkan analisa soal penyerangan Lapas Cebongan, belum terungkap. Dalam notesnya, 'Idjon Djanbi' memaparkan temuan dan menuding bukan Kopassus yang menembak mati empat tahanan itu, tetapi polisi. Tentu kebenarannya masih harus diuji dan layak diperdebatkan.

www.parasherpa.com

Idjon Djanbi asli adalah nama pemilik komandan pertama pasukan elite TNI AD yang kini bernama Kopassus. Komandan Teritorium III Siliwangi Kolonel Kawilarang meminta Mohammad Idjon Djanbi membangun pasukan komando. Pasukan kecil yang tangguh dan mampu bertempur di segala medan.

Dulunya Idjon Djanbi bernama Kapten Rokus Bernandus Visser. Mantan komandan sekolah terjun payung Belanda. Dia anggota pasukan elit Belanda yang akhirnya bersimpati pada perjuangan Indonesia. Visser kemudian keluar dari tentara Belanda. Menikah dan masuk Islam. Dia mengganti namanya menjadi Mohammad Idjon Djanbi dan menjadi petani bunga di Lembang.

Ketika diminta kembali memimpin dan mendirikan kesatuan komando Teritorium III tahun 1952, bukan perkara mudah. Tak ada sumber daya manusia, peralatan dan dukungan dana. Tetapi pelan - pelan Idjon Djanbi mewujudkan sebuah pasukan komando yang handal dengan cucuran keringat dan tetesan darah.

Ternyata tak semua suka kepadanya. Walau sudah masuk Islam, menjadi warga negara Indonesia dan menjadi perwira TNI, tetap saja Idjon dianggap sebagai orang Belanda. Periode 1950an, sentimen itu memang tinggi. Apalagi Idjon Djanbi diangkat menjadi Mayor. Pangkat yang cukup tinggi kala itu.

Desas - desus Idjon Djanbi adalah mata - mata Belanda kerap dihembuskan sejumlah perwira yang iri. Inisial MID, Mohammad Idjon Djanbi sering dikaitkan dengan Militaire Inlichtingen Dienst, dinas intelijen militer Belanda.

"MID, itu katanya singkatan dari intelijen Belanda. Sering ada bisik - bisik itu dulu. Tapi saya tak percaya, banyak teman - teman juga tak percaya. Kalau yang muda - muda memang banyak yang percaya lalu jadi berbeda terhadap Pak Idjon," kata Nadi ( 86 ), seorang pensiunan pasukan elite didikan Idjon.

Soal tudingan mata - mata ini juga digambarkan dalam Dalam buku Inside Indonesia's Special Forces yang ditulis Ken Conboy.

Salah satu perwira muda yang tak menyukai Idjon Djanbi adalah Letnan Benny Moerdani ( kelak Panglima ABRI ), yang baru lulus sekolah jadi instruktur. Benny mencurigai komandannya ini sebagai mata - mata. Tentu tak ada cukup bukti untuk membuktikan itu.

Sejumlah orang yang tak suka pada Idjon terus bergerak. Setelah Kesko TNI menjadi besar, keinginan mereka untuk mendepak Idjon semakin kuat. Kesempatan itu datang tahun 1956, Idjon digeser ke posisi yang tidak nyaman di pusat pelatihan.

Dia tahu dirinya disingkirkan, Idjon marah. Harga dirinya sebagai perwira terusik. Dia meminta keluar dari TNI dan dari kesatuan yang sangat dicintainya. Padahal susah payah Idjon membangun pasukan komando kebanggan Siliwangi itu benar - benar dari nol.

"Saya pribadi yakin Pak Idjon bukan mata - mata Belanda. Dulu dia sudah memilih keluar dri tentara Belanda dan memihak TNI. Dia juga sudah jadi petani bunga di lembang ketika bertemu Pak Kawilarang," kata Nadi.

Idjon Djanbi digantikan wakilnya, Mayor Djailani. Dia memilih bekerja di perkebunan di sekiar Cianjur. Karirnya sebagai tentara dengan sederet prestasi berakhir sudah.

Setelah pensiun, tak jelas kelanjutan berita soal Idjon Djanbi. Begitu juga soal akhir hidupnya. Akhir karirnya tak secemerlang pasukan yang kini dikenal sebagai salah satu pasukan elite terbaik dunia.
More aboutKisah Tragis Bapak Kopassus TNI AD

Menggapai Rinjani

Diposkan oleh Belantara Indonesia

Menggapai Rinjani - Menjadi topik dan tema pendakian bersama Belantara Indonesia pada tahun 2013 ini. Tentu ini adalah wujud dari sebuah karya kami sebagai sebuah komunitas penggiat alam bebas dan penempuh rimba di Indonesia yang juga bergiat dalam kegiatan konservasi alam. Anda ingin bergabung bersama kami? Silahkan, dengan senang hati kami akan bersama Anda semua.

www.parasherpa.com

Pendakian bersama menggapai Rinjani tersebut akan kami wujudkan mulai tanggal 9 Mei hingga 19 Mei 2013.  Dan berikut ini list dalam pendakian bersama Menggapai Rinjani.

LOKASIGunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat
RUTE     :   Jalur Sembalun dan turun lewat jalur Senaru
WAKTU :   16 Mei 2013 - 26 Mei 2013

TEHNIS ACARA :  
- Peserta terbuka untuk umum.
- Peserta dibatasi 40 orang
- Biaya pendaftaran sebesar Rp. 950.000,-
- Calon peserta di wajibkan untuk membayar DP ( Down Payment ) sebesar Rp 300.000

- Biaya bisa dibayar secara berangsur ( Max 3 X )
- Pembayaran dan pendaftaran di tutup tanggal 22 April 2013
- Pembayaran terakhir pada tanggal 16 Mei 2013 ( Saat mulai berangkat )
- Pembayaran melalui Rekening BRI 3079 - 01 - 008489 - 53 - 7 An. Didiet Kunto Wijayadi
- Bagi para peserta yang memiliki penyakit khusus dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan mempersiapkan obat - obatan pribadi.

TECHNICAL MEETING
- Technical Meeting akan dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2013 untuk wilayah Yogyakarta di Basecamp Belantara Indonesia, Jln Kaliurang Km 12, 5 Candiwingangun, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman, Yogyakarta dan tanggal 5 Mei 2013 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya di Kota Tua
- Di wajibkan melampirkan fotocopy identitas diri ( KTP / SIM ) dan foto 2x3 
di tempat pendaftaran.
- Saat keberangkatan bawa serta tanda bukti transfer bank Anda.

FASILITAS
- Transportasi Bus Ac PP
- T- Shirt edisi Rinjani
- Sertifikat pendakian
- Paket wisata Besakih atau Senggigi ( sesuai kondisi dan situasi )
- Paket makan di pintu Rimba saat berangkat dan turun kembali
- Stiker keren edisi Rinjani
- Asuransi Taman Nasional Gunung Rinjani

PERLENGKAPAN WAJIB PESERTA :
- Carriel Min. 60 - 70 liter.
- Jaket ( pakaian hangat ).
- Senter ( alat penerangan lainnya )
- Jas Hujan / Ponco / Raincoat
- Slepping Bag
- Kompor (*)
- Nesting (*)
- Logistik
- Obat - obatan pribadi
- Tenda (*)
- Perlengkapan Makan.
- Sarung tangan.
- Sepatu Trekking
- Kaos kaki
- Pakaian ( kebutuhan disesuaikan dengan lamanya pendakian )

(*) = Peralatan tersebut bisa dikoordinasikan dengan kelompoknya nanti.


CONTACK PERSON 
Zulfy : 0878.7717.8096 ( Area Jakarta dan sekitarnya )
Kaizar 0856.431.789.25 ( Area Yogyakarta dan sekitarnya ) 
More aboutMenggapai Rinjani

The Queen Dan Bohemian Rhapsody

Diposkan oleh Belantara Indonesia

Bohemian Rhapsody adalah sebuah judul lagu yang di bawakan oleh band legendaris, Queen yang berasal dari Britania Raya yang berjaya pada era tahun 70 an hingga sekarang. Yang hebatnya, Queen dari awal berdiri hingga sekarang tak pernah ganti personil, yakni John Deacon, Brian May, Freddie Mercury dan Roger Taylor.

www.parasherpa.com

Semua personil Queen bergelar sarjana. Queen merupakan band pertama dengan personil semua sarjana. Queen sempat vakum di awal 1990 - an ketika Freddie Mercury meninggal dunia karena AIDS. Nah jika Anda tahu tentang Queen, pasti kalian pernah mendengar salah satu lagunya yang sangat fenomenal yang berjudul Bohemian Rhapsody.

Seperti yang kita tahu, Freddie Mercury sang vokalis sangat suka menciptakan lagu - lagu dengan kunci - kunci yang sangat aneh. Tapi khusus untuk lagu yang berjudul Bohemian Rhapsody ini dia membuat lirik lagu ini menjadi sangat aneh dan sangat misteri. Terkadang dia mengumandangkan nama Allah Swt dan menyebut Bismillah, tapi setelah itu dia malah mengucapkan nama Iblis, Beelzebub.

www.parasherpa.com
Bahkan lagu ini juga terdapat mantra - mantra, istilah atau karakter sejarah. Misalnya saja Scaramouche yang berarti pengecut banyak omong, Figaro yang berarti tarian, Fandango yang berarti tarian, Mama Mia yang memiliki arti ucapan senang / terkejut, Galileo seorang ilmuwan Italia, dan juga Magnifico yang bisa juga berarti sebagai magnet.

Nah berikut ada beberapa pendapat tentang lagu Bohemian Rhapsody ini, sebuah karya luar biasa hasil tangan Freddie Mercury:

1. Dari pertama lirik lagu ini mengatakan jika misteri ini adalah tentang orang yang miskin yang telah membunuh seseorang. Akibatnya dia dihukum dan menulis surat untuk ibunya. Tapi dia malah meminta pengampunan karena dia miskin, dan dia ingin agar Tuhan yang menghukumnya bukan masyarakat.

2. Hampir sama dengan pernyataan diatas, tapi bedanya dia telah mengelak jika telah membunuh seseorang dengan menggunakan beberapa istilah jalanan: menari "will you do a fandango". Bahkan dia merasa jika perbuatan yang dituduhkan kepada dia adalah hasil jebakan Setan Beelzebub.

3. Menurut pendapat yang ketiga ini, bahwa orang dalam lirik lagu itu tidak butuh belas kasihan, sama seperti yang ada diliriknya "I need no sympathy". Dan setelah itu dia membaca mantra supaya lolos dari hukuman mati.

4. Pendapat ini mengatakan jika lagu Bohemian Rhapsody itu menceritakan tentang dirinya sendiri. Di liriknya yang bertuliskan "just killed a man" bisa juga artinya sebagai "membunuh dirinya sendiri". Mungkin ini merupakan ketakutan Freddie Mercury bahwa ia merupakan seorang homoseksual, yang pada tahun 70 - an bisa terkena hukuman mati.

5. Bahkan ada juga yang mengatakan jika lagu ini tidak ada maknanya sama sekali.

Tetapi apapun makna dari lagu tersebut, lagu Bohemian Rhapsody lagu yang luar biasa seperti band Queen yang melegenda.
More aboutThe Queen Dan Bohemian Rhapsody

Kisah Mantan Kapolri Yang Menyerahkan Anaknya Ke Proses Hukum

Diposkan oleh Belantara Indonesia

Pertengahan Mei 1973 akan selalu diingat keluarga Jenderal Pol Widodo Budidarmo. Ketika itu, keluarga Widodo berduka setelah sopir keluarga mereka, Sugianto tertembak pistol yang dipegang Tono, putra Widodo yang saat itu baru duduk di bangku SMP.

www.parasherpa.com

Peristiwa itu terjadi saat Widodo masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dengan pangkat mayor jenderal polisi. Ketika itu Tono dan Sugianto menjemput adiknya Tina di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Sebelum berangkat, rupanya Tono masuk ke kamar kerja Widodo di rumah dinas.

Saat itu, tidak seperti biasanya, Widodo lupa mengunci ruang kerjanya. Tono melihat sepucuk pistol di laci meja kerja ayahnya. Pistol itu dibawanya.

Dalam perjalanan, pistol itu diperlihatkan kepada Sugianto yang kemudian memberi Tono sebutir peluru. Saat menunggu Tina, di jok belakang Tono memainkan pistol itu. Ia ingin tahu cara kerja pistol itu. Dia putar-putar dan gerakkan hingga tiba - tiba pistol itu menyalak. Tono terperanjat dan panik saat melihat darah keluar dari tubuh Sugianto yang duduk di jok sopir.

Orang - orang di sekitar langsung mengerubungi mobil. Nyawa Sugianto tak bisa diselamatkan.

Peristiwa itu membuat Widodo terkejut dan sedih. Dia yakin peristiwa itu akan menjadi berita di koran - koran. Sebagai orangtua dia juga membayangkan dampak buruk peristiwa itu bagi Tono.

Apa langkah Widodo berikutnya? Dia langsung mengumpulkan stafnya. Dia meminta masukan terhadap kasus yang menimpa anaknya. Ada staf yang menyarankan agar kasus ini ditutup - tutupi dengan alasan bisa memengaruhi karir Widodo.

Setelah berpikir, Widodo pun ambil keputusan. Dia tidak akan menutupi kasus itu. Dia memilih bertanggung jawab dan menyelesaikan kasus ini secara hukum. Widodo kemudian menyerahkan kasus ini agar diperiksa aparat Polsek Kebayoran Baru, Jaksel.

Widodo kemudian menggelar jumpa pers untuk menjelaskan kejadian itu. Di depan pers, dia kembali menegaskan sikapnya, menyerahkan kasus ini untuk diproses hukum. "Kalau pers akan memberitakan peristiwa ini terserah. Hanya saja, saya pesankan agar objektif. Ini hanya suatu kecelakaan. Jangan sampai nanti anak saya dicap sebagai pembunuh dan sebagainya sehingga mempengaruhi pertumbuhannya," kata Widodo seperti dikutip dari buku biografinya, Karena Kuasa dan Kasihnya terbitan Praja Bhakti Nusantara dan Q Communication tahun 2004.

Selanjutnya Widodo melaporkan peristiwa itu kepada atasannya Kapolri Jenderal Polisi M Hasan, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, dan Menhankam / Pangab Jenderal M Panggabean. Widodo juga melapor kepada Presiden Soeharto. Dia mengaku lalai dan siap meletakkan jabatannya. Tetapi, semua menyatakan apa yang dialami Widodo adalah musibah yang harus diambil hikmahnya.

Tono kemudian diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia dihukum masa percobaan selama setahun. Peristiwa itu terbukti tidak menghalangi karier Widodo Budidarmo. Dia bahkan dipromosikan untuk menjabat sebagai Kepala Polri tahun 1974.

Kini, dalam kasus dan situasi berbeda, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengalami seperti dihadapi Widodo Budidarmo. Mobil BMW X5 yang dikemudikan M Rasyid Amrullah, putra Hatta Rajasa menabrak Daihatsu Luxio bernomor polisi F 1622 CY di Tol Jagorawi. Akibatnya 2 penumpang Luxio tewas, Harun ( 57 tahun ) dan M. Kaihan ( 14 bulan ). Atas perbuatannya itu, Rasyid ditetapkan sebagai tersangka. Rasyid terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Kita kenakan, penyidik Gakum ( kenakan ) Pasal 283 junto Pasal 287 ayat 5 Pasal 310 Undang - Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman ( hukuman ) lima tahun ke atas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.

Sehari sebelumnya, Hatta Rajasa memberi keterangan kepada pers. Sebuah keteladanan hukum ditunjukkan Hatta. "Kami serahkan sepenuhnya proses ini kepada kepolisian, saya mohon doa restu saudara sekalian agar putra kami pulih, agar dia dapat menjalani proses hukum," jelas Hatta saat melakukan jumpa pers di kediamannya di Cipete, Jakarta. Kini, publik menunggu proses hukum yang transparan.
More aboutKisah Mantan Kapolri Yang Menyerahkan Anaknya Ke Proses Hukum